Pilpres 2019: NU, PKI DAN NASAKOM - SALAFI

Post Top Ad

Pilpres 2019: NU, PKI DAN NASAKOM

Share This

Salafi.or.id || 13 Februari 2019
Dr. KH. As'ad Said Ali, Mantan Kepala BIN

Dalam kampanye pemilu 2019, ada pihak yang menganggap NU sama dengan PKI karena 1959-1965 NU mendukung NASAKOM.

Tentu saja itu salah. Bersama Masyumi (57 kursi dan partai Islam lain), NU (45 kursi) menolak PKI masuk kabinet dg alasan pokok PKI menafsirkan sila pertama Pancasila secara sekuler. Kemudian, karena terlibat pemberontakan PRRI, Masyumi dibubarkan. Maka tinggallah tiga partai besar di kabinet, yaitu PNI (57), NU(45) dan PKI (39). Selebihnya adalah partai-partai kecil.

Setelah Dekrit Presiden Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan jargon NASAKOM (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) dg pertimbangan demi persatuan yang ketika itu Indonesia sedang menghadapi pembebasan Irian Barat. Terjadi perdebatan di internal NU antara menerima atau menolak Nasakom. Kalau menolak konsekwensinya Islam tdk terwakili dlm penyelenggaraan politik kebangsaan dan negara akan didominasi kaum nasionalis dan komunis. Dengan pertimbangan kaidah fiqh:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Mencegah kemudaratan lebih diutamakan daripada menarik manfaat“, maka NU menerima Nasakom sebagai taktik. Namun, secara strategis, NU tetap menentang PKI dan menolak  partai itu masuk kabinet. Seperti halnya NU, TNI AD juga patuh pada keputusan presiden sebagai panglima tertinggi. Akhirnya Bung Karno hanya memasukkan anggauta PKI sbg menteri tanpa porto folio. Selama periode 1959 sampai 1965, pertentangan itu berlangsung baik di lapangan maupun dalam forum politik nasional. NU-lah yang mempertahankan HMI ketika PKI menuntut dibubarkan. Ketika terjadi pemberontakan PKI 30 September 1965, NU dengan dimotori Subhan ZE adalah pihak yang menuntut pertama kali untuk dibubarkan dan selanjutnya bersama TNI menghadapi PKI di lapangan maupun di medan politik.

Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi bekal utk menghadapi mereka yang berusaha mendiskreditkan NU.
Harus digarisbawahi bahwa NU TIDAK PERNAH MEMBERONTAK (BUGHOT) []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages