Ahmad Dani Masuk Penjara: Antara Kualat NU dan Kriminalisasi - SALAFI

Post Top Ad

Ahmad Dani Masuk Penjara: Antara Kualat NU dan Kriminalisasi

Share This


Salafi.or.id || 15 Februari 2019
Jakarta- Belum hilang di ingatan, saat Ahmad Dani di tuduh menginjak kalimat di logo band "Dewa" bertulis lafal Allah pada saat konser. FPI menyerangp habis habisan Dhani sebagai penistaan kalimat Allah bahkan banyak tuduhan muncul bahwa Dhani antek Yahudi. NU mencoba merangkul Dani habis-habisan, ibarat kyai terhadap para santri NU hadir mengayomi Dani agar kembali ke jalan yang baik.Dani menjadi santri NU, Konon ia belajar tasawuf hingga memberi nama anaknya tokoh sufi seperti Abdul Qodir Jailani (Dul), bahkan Dani sempat nyaleg dari partai yang secara kultur sama dengan NU.Kini, di pilpres 2019 Dani berada di posisi berbeda haluan politik dengan sebagai kyai NU.Dani tidak lagi menyerang individu yang tidak di sukai, tetapi Dani kerap menyerang institusi NU, misal Dani mencaci maki Banser NU, NU adalah Nasakom, yang artinya NU di anggap antek PKI. padahal sudah jelas bahwa NU-lah yang pertama kali tegas menolak PKI.Ulah Dani menyerang NU berbuah simalakama, Dani harus di bui, apakah Dani kena Kualat NU atau korban Politik?Menyikapi hal ini menimbulkan ragam tanggapan.Bahkan Said Aqil Siraj (SAS) Ketum PBNU tidak mengakui Dani sebagai orang NU.“Ya biarin saja, nanti kualat sendiri. Sudah menyakiti NU (mengaitkan NU bersama PDIP dengan Nasakom), bukan warga NU dong,” kata SAS di Rakornas NU Care-LAZISNU di Ponpes Pangeran Diponegoro, Sleman, Jumat (15/2). Bagi kyai Sa'id , berbagai NU buka sekedar bermaliyah seperti NU saja, akan tetapi harus berani NaU dalam konteks barokah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages